01 Januari 2009

Tahun Baru 2009

Gak ada yang spesial. Hanya seperti hari-hari biasa, dengan tambahan kemacetan, trompet, dan kembang api. Malamnya sama. Orang-orangnya pun modelnya hampir sama. Tadi malam sebelum jam 12.00 tepat, sebelum orang-orang kompak menyebul terompetnya, saya cuma nonton film di Amplaz. Film terakhir di malam itu (film terakhir di tahun itu juga). Saya, mbakyu saya, dan adik saya.
Gak ada yang spesial. Kita datang bersama. Tetep pakai mobilnya mbakyu saya. Tetep saya yang nyopir. Dan tetep mbakyu saya yang beli tiket. Seperti kalo kami bertiga nonton bersama-sama. Filmnya yang kami pilih pun seperti biasanya juga. Harus bersubtitle, karena kemarin kami gagal nonton Laskar Pelangi. mrgreenmrgreenmrgreen Habis nonton juga seperti biasanya saja, makan bareng, dan jatah saya yang bayar.
Gak ada yang spesial. Bangun pagi. Sholat. Lihat matahari terbit. Tidur lagi. Bangun lagi. Makan pagi. Tanggal 1 berwarna merah di kalender, maka sudah seharusnya saya perlakukan seperti tanggal merah-tanggal merah yang lain. Kesempatan saya untuk hibernasi. Sekedar menikmati empuknya kasur kamar saya dan melakukan hal-hal yang (sempat) tertunda oleh pekerjaan (salah satunya ya update blog ini mrgreenmrgreenmrgreen).
Gak ada yang spesial. Tapi bukan berarti hari ini tanpa makna. Tetap saja hari ini adalah hari ini yang cuma terjadi hari ini saja. Bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemaren, walaupun hari ini sama-sama gak ada yang spesial. Selamat ganti kalender. mrgreenmrgreenmrgreen

17 November 2008

Black Out

Kira2 dah berjalan lima bulan lah, terang benderang, penuh harapan. Tapi kenyataan yang pahit harus dihadapi lagi. Mungkin terlalu tinggi mimpiku sampai kadang merasa begitu sempurnanya diri ini. Tak sadar bahwa kenyataan memang jauh. sadsadsad

Di waktu siang tadi harapan2 yang kutaruh begitu rapi pada dirinya, terpaksa harus kubongkar lagi. Kukemasi, kumasukkan dalam dus-dus impianku. Berjejal-jejal lagi di otakku. Dan aku pergi dari hadapannya. Berat rasanya. Sakit. Ketika harus mengatakan bahwa sebenarnya aku tidak sesempurna itu di matanya. Dan aku memilih untuk pergi. sadsadsad

Ah mungkin belum jodoh. lollollol

06 November 2008

cawu

Hya, selama itulah saya melupakan bahwa ada rumah di sini. Selama itu pula banyak terjadi sesuatu yang tidak biasa. Dari safari ramadhan ke Bontang selama 4 hari yang merupakan rekor terjauh yang pernah saya tempuh. Kelahiran adik ponakan saya 2 hari menjelang ramadhan. Motor baru saya. Dan banyak hal-hal lain yang sedikit demi sedikit terkikis dari memori otak saya.

Selama itu pula saya banyak tenggelam di dunia nyata. Merasakan betapa hebatnya Tuhan menciptakan waktu. Berharap ada hari kedelapan setiap minggunya. Dan tambahan beberapa jam saja tiap harinya.

Ah semoga saja saya masih bisa membuat ringkasan cawu kemaren. Hya, untuk pergulatan kata saja di sini.

29 Agustus 2008

Njungkel

Ah mungkin azab niy. Gara-gara bangun kesiangan, takut telat, tancap Kirana cepet-cepet.
crycrycry
Lampu lalulintas dah menyala kuning. Langsung tancap gas. Edi depan ada mobil ngerem mendadak. Nubruk pantat mobil. Njungkel. Sobek jaketku. Moncrot dah tangan kanan ku. crycrycry

Tapi, Alhamdulillah KExti gak ikut2an cedera, Kirana juga masih sanggup ditunggangin. Yup, pesan untuk selalu berdoa sebelum berangkat dan hati-hati di jalan kuterima dengan baik dari yang di atas. Thank's God.

Atiitttt!!!! confusedconfusedconfused

25 Agustus 2008

Ngampu Pertama

Untuk kelas pertama, saya hanya melakukan persiapan 10 menit saja. Mulai dari persiapan materi, membuat presentasi, sampai mengatur KExti agar tampil menggemaskan. mrgreenmrgreenmrgreen

Dan benar, ketika loading screen openSUSE dipancarkan ke tembok, mahasiswa saya terdecak-decak. Bahkan sempat saya mendengar sebuah bisikan "Eh, itu windows-nya kok aneh ya..." mrgreenmrgreenmrgreen. Gileeee benerrrrr!!!

Ehem, sebelum saya naik ke kelas (ruang kuliah berada di lante 3), saya menyempatkan diri mengambil brotmarker juga. Dan saya taruh di kantong, sekedar persiapan saja jikalau saya lupa kalo tulisan saya juellek buanget.mrgreenmrgreenmrgreen

Dan, mimpi buruk pun terjadi. Saya khilaf (dengan sengaja). Saya menulis di papan. sadsadsad Materi pada slide yang saya tayangkan sudah habis, sehingga saya harus menyambungnya di papan. Ah, semoga saja habis ini gak ada keluhan minus yang tambah akibat mengikuti kelas saya.mrgreenmrgreenmrgreen

Untung teman-teman angkatan '06 dan kakak-kakaknya tidak ada yang mengikuti kuliah saya. Sehingga baru ini saya secara resmi dipanggil dengan nama depan saya plus diembel-embeli 'Pak', selama satu jam pelajaran.mrgreenmrgreenmrgreen Jangankan anda, lha wong saya saja merasa aneh dengan sapaan itu.mrgreenmrgreenmrgreen Bukan cuma 'Pak'-nya, tapi panggilan dengan nama depan itu juga.

Well, kelas pertama ini ada sedikit kacaunya juga. Saya sempat terdiam, tak tahu harus berkata apa, sembari menahan perih akibat sayatan tatapan mata mahasiswa saya. redfaceredfaceredface Menurut saya sih itu wajar, lha wong saya juga tanpa persiapan yang baik, dan memang saya sengaja untuk perkenalan saja. Mengenalkan mahasiswa saya tentang yang akan saya bahas selama 7 pertemuan @3 SKS ke depan. Dan juga mengerjai mereka dengan memborbardir istilah-istilah kemesin-listrikan yang masih terdengar asing bagi mereka.mrgreenmrgreenmrgreen Ah, saya dulu juga digitukan kok sama Dosen saya.mrgreenmrgreenmrgreen

Hya, grogi sih. Sempat gerak-gerak sendiri juga tangannya. Tapi dah lumayan gak kebelet pipis kok.lollollol Masi perlu banyak belajar lagi nih. Ngajar gak gampang juga ternyata. Masih harus belajar untuk menangkapi materi-materi yang melayang-layang di kepala saya, dan menghadirkannya dalam bentuk tampilan yang terbaik. Sehingga akhirnya medan yang saya induksikan dari kumparan otak saya dapat tertangkap dengan baik di kumparan otak mereka.mrgreenmrgreenmrgreen

Pyuh, akhirnya kerja juga saya. Akhirnya sah pula saya menyebut diri saya Dosen, walau tadi hanya 1/3 SKS saja. Tapi itu pintu yang baru saja saya masuki, untuk terus melangkah maju.winkwinkwink

17 Agustus 2008

HUT Indonesia

Sudah sekitar 5 tahun ini saya tidak mengikuti upacara bendera. Udah sejak itu pula tangan saya tidak berada di depan kening untuk menghormat kepada sang saka Merah Putih. Namun hitungan tahun tadi terputus setelah saya kembali mengikuti prosesi upacara di jajaran Universitas. Tentu saja adalah upacara bendera peringatan kemerdekaan ke-62 Indonesia.

Kerinduan melihat kibaran Merah Putih dari pangkal sampai ujung tiang, juga menirukan bacaan Pancasila, dan kepanasan mendengarkan sambutan Gubernur yang sampai berlembar-lembar, terbayar sudah pagi tadi.


Begitu gagahnya Sang Merah Putih berkibar di depan Balairung UGM. Takjub juga. Sedih juga, merasa belum bisa apa-apa untuk bangsa, untuk negara. sadsadsad

*Met Ultah gih Indonesia*

13 Agustus 2008

KExti (KAcer Part Deux)

Proposal kredit tanpa agunan dengan jangka waktu tak terbatas dengan bunga 0% yang saya ajukan kepada Ibu saya sendiri telah disetujui dengan mudah. Uang sebesar 7 x gaji pokok saya telah siyap tersalurkan. Pengajuan kredit ini berdasarkan akan kebutuhan peralatan pendukung sebagai seorang dosen. Peralatan tersebut oleh orang-orang sering disebut dengan Laptop (wew mau nyebutin Laptop aja susahmrgreenmrgreenmrgreen).

Lha karena gaji dan tabungan saya belum mencukupi, solusi kredit tersebut saya ambil. Lha karena riba adalah haram, dan juga karena saya gak mau terikat untuk mengembalikan sejumlah uang yang saya pinjam, maka dari itu Ibu saya sendiri saya tawari sebagai penyandang dana.
mrgreenmrgreenmrgreen

Kemarin uang itu telah saya belanjakan untuk sebuah laptop Acer Extensa 4620 (untuk kemudian saya sebut KExti) dengan spesifikasi sebagai berikut:

Prosesor : Intel Core 2 Duo T7500
Ram : 1GB + 2GB DDR2
HD : 160 GB SATA
Optik : DVD Super Multi DL
Display : 14.1" CristalBrite LCD dengan Intel GMA X3100
Koneksi : 802.11 a/b/g + Bluetooth + LAN + Modem
I/O : 4 x USB, IEEE 1394, 5-in-1 Card Reader
Untuk kesing KExti ini gak jauh beda sih dengan KAcer (Acer TM 2428), cuma beda di pilihan warna saja. KAcer ijo lumut, KExti item.

Pada gambar di atas: KAcer di kiri dan KExti di kanan. Hampir sama sih ukurannya. Bentuk kibot-nya pun mirip, melengkung sekitar 5 °. Bentuk tocpet-nya pun mirip, di KExti:
sedangkan di KAcer:
Selain karena cinta pada pandangan pertama dengan oleh spesifikasi dan warnanya, kemiripan bentuk dengan KAcer membuat saya memilih KExti sebagai Laptop saya selanjutnya. Pensiun bagi KAcer dengan saya, untuk kemudian bergelut dengan adik saya.

Inilah akhir kata KAcer di blog ini, ato istilah kerennya KAcer's Farewell Posting.